4.2 Pembahasan
Larutan mempunyai sifat-sifat yang berbeda dari pelarutnya. Salah satu sifat penting dari suatu larutan adalah penurunan titik beku. Titik beku adalah temperatur tetap dimana suatu zat tepat mengalami perubahan wujud dari cair ke padat. Setiap zat yang mengalami pembekuan memiliki tekanan 1 atm. Penambahan zat terlarut nonvolatil ke dalam suatu pelarut menyebabkan terjadinya penurunan titik beku. Keberadaan partikel-partikel zat pelarut mengalami proses pengaturan molekul-molekul dalam pembentukan susunan kristal padat, sehingga diperlukan suhu yang lebih rendah untuk mencapai susunan kristal padat dari fasa cairnya. Hal ini lah yang menyebabkan terjadinya penurunan titik beku suatu larutan yang keadaannya ditambahkan zat terlarut.
Percobaan penentuan titik beku larutan dilakukan untuk menentukan harga tetapan penurunan titik beku ( Kf ) suatu pelarut murni dam menentukan berat molekul zat X. Asam cuka glasial yang digunakan sebagai pelarut murni akan membeku dan zat terlarut seperti naftalen dan zat X tidak akan membeku ketika larutan tersebut mengalami pembekuan.
Senin, 23 Mei 2011
Penurunan Titik Beku
Minggu, 22 Mei 2011
Kromatografi (Bagian 1)
Pengertian kromatografi menyangkut metode pemisahan yang didasarkan atas diferensial komponen sampel di antara dua fasa. Menurut pengertian ini kromatografi selalu melibatkan dua fasa, yaitu fasa diam (stationary phase) dan fasa gerak (mobile phase). Fasa diam dapat berupa padatan atau cairan yang terikat pada permukaan padatan (kertas atau adsorben), sedangkan fasa gerak dapat berupa cairan disebut eluen atau pelarut , atau gas pembawa yang inert. Gerakan fasa gerak ini mengakibatkan terjadinya migrasi differensial komponen-komponen dalam sampel.
Dalam proses kromatografi selalu terdapat salah satu kecenderungan sebagai berikut :
- Kecenderungan molekul-molekul komponen untuk melarut dalam cairan
- Kecenderungan molekul-molekul untuk melarut dalam permukaan padatan halus (adsorpsi=penyerapan)
- Kecenderungan molekul-molekul komponen untuk bereaksi secara kimia (penukar ion)
Kamis, 19 Mei 2011
Perbedaan Model, Strategi, Pendekatan, Metode dan Teknik Pembelajaran
Beda Strategi, Model, Pendekatan, Metode, dan Teknik Pembelajaran itu harus anda ketahui bila anda menjadi seorang pendidik.
Banyak yang tidak paham dengan perbedaan anatara strategi, model, pendekatan, metode, dan teknik. Nah berikut ini ulasan singkat tentang perbedaan istilah tersebut.
Model pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru di kelas. Dalam model pembelajaran terdapat strategi pencapaian kompetensi siswa dengan pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.
Selasa, 17 Mei 2011
Metode Nefelometri dan Turbidimetri
Bagi yang ingindapat bahan tentang metode nefelometri sebagai bahan buat laporan kimia lingkungan, dapat mendownloadnya di link di bawah ini : (Check It Out!!!)
Nefelometri n Turbidimetri PPT
Nefelometri n Turbidimetri DOC
Catatan : Maaf sebelumnya, bahan diatas 98% terdiri dari bahasa inggris.
Minggu, 15 Mei 2011
Analisis Kekeruhan Warna Dan pH
A. Kekeruhan
1.1 Dasar teori
Kekeruhan didalam air disebabkan oleh adanya zat tersuspensi, seperti lempung, lumpur, zat organic, plankton, dan zat-zat halus lainnya. Kekeruhan merupakan sifat optis dari suatu larutan, yaitu hamburan dan absorpsi cahaya yang melaluinya. Tidak dapat di hubungkan secara langsung antara kekeruhan dengan kadar semua jenis suspense, karena tergantung juga pada ukuran dan bentuk butir.
Pengukur ada tiga metode pengukuran kekeruhan :
a. Metoda nefelometrik (unit kekeruhan nefelometrik Ftu atau Ntu)
b. Metoda Hellige Turbidimetri (unit kekeruhan silica)
c. Metoda visuil (unit kekeruhan Jackson)
Uji Nyala
Untuk senyawa-senyawa Golongan 1, uji nyala biasanya merupakan cara yang paling mudah untuk mengidentifikasi logam mana yang terdapat dalam senyawa. Untuk logam-logam lain, biasanya ada metode mudah lainnya yang lebih dapat dipercaya – meski demikian uji nyala bisa memberikan petunjuk bermanfaat seperti metode mana yang akan dipakai.